Selasa, 02 Desember 2014

Alloh, siapakah Engkau ?






1.“Katakanlah, Dialah Alloh, Yang Maha Esa, 2. Alloh, tempat meminta segala sesuatu. 3. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan. 4. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia. (Qs. Al- Ikhlas)
Sungguh, terkadang kita mudah melafadz tapi kadang kita tidak mengenalnya. Siapa Alloh? Seperti apa dia?. Sudahkah kita benar-benar mengenal-Nya? . Jika belum mari kita mencoba mengenalnya. Ada banyak cara untuk mengenal-Nya, Dia memberitahu kita cara mengenalnya dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1.      Melalui ayat kauniyahnya.
Kita dapat mengenal Alloh dengan mempelajari ciptaan-Nya. Dunia beserta alam seisinya. Dengan perenungan dan pemaknaan yang mendalam pasti kita akan berujung pada mengenal pencipta-Nya. Seperti halnya, kisah Nabi Ibrahim as yang mengenal Tuhan-Nya dengan mengamati ciptaan-Nya. Saat melihat Matahari, Beliau bertanya: “Apakah Dia Tuhan?” kemudian matahari terbenam lalu Beliau berkata “Tidak mungkin itu Tuhan, karena Tuhan pasti abadi. dst
2.      Melalui ayat Qauliyahnya
Cara ini kita diajarkan langsung atau dikenalkan langsung oleh Alloh siapa Dia, dari sifat dan juga asma-asma-Nya. Hanya saja kita tentu harus membacanya sendiri di ayat-ayat yang diwahyukan pada utusanNya. Muhammad SAW.
Begitulah tadi cara kita dapat mengenalNya. Lalu sekarang apakah sudah terjawab siapa Alloh? Mari coba kita jawab bersama;
Ilmu mengenal Alloh sering disebut ilmu tauhid. Ini adalah dasar/pondasi utama dalam kita beragama. Tauhid ini dibagi menjadi tiga yakni tauhid rububiyah, tauhid uluhiyah dan tauhid Asma wa Shifat.
a.       Tauhid Rububiyah
Rububiyah berasal dari kata Rabb, dari sisi bahasa berarti tuan dan pemilik. Dikatakan Rabb ad-Dar berarti tuan rumah Secara etimologi yaitu menumbuhkan, mengembangkan, sedangkan secara terminology berarti keyakinan bahwa Allah swt. Adalah Tuhan Pencipta semua makhluk dan alam semesta.
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ مُوسَى أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ أَخْبَرَنَا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ وَابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ قَيْسِ بْنِ الْحَجَّاجِ قَالَ ح و حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَخْبَرَنَا أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ حَدَّثَنِي قَيْسُ بْنُ الْحَجَّاجِ الْمَعْنَى وَاحِدٌ عَنْ حَنَشٍ الصَّنْعَانِيِّ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كُنْتُ خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا فَقَالَ يَا غُلَامُ إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ احْفَظْ اللَّهَ يَحْفَظْكَ احْفَظْ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلْ اللَّهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَاعْلَمْ أَنَّ الْأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ وَلَوْ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ رُفِعَتْ الْأَقْلَامُ وَجَفَّتْ الصُّحُفُ
Artinya:
“Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Muhammad bin Musa telah mengkhabarkan kepada kami Abdullah bin Al Mubarak telah mengkhabarkan kepada kami Laits bin Sa’ad dan Ibnu Lahi’ah dari Qais bin Al Hajjaj berkata, dan telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Abdurrahman telah mengkhabarkan kepada kami Abu Al Walid telah menceritakan kepada kami Laits bin Sa’ad telah menceritakan kepadaku Qais bin Al Hajjaj -artinya sama- dari Hanasy Ash Shan’ani dari Ibnu Abbas berkata: Aku pernah berada di belakang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam pada suatu hari, beliau bersabda: “Hai ‘nak, sesungguhnya aku akan mengajarimu beberapa kalimat; jagalah Allah niscaya Ia menjagamu, jagalah Allah niscaya kau menemui-Nya dihadapanmu, bila kau meminta, mintalah pada Allah dan bila kau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah, ketahuilah sesungguhnya seandainya ummat bersatu untuk memberimu manfaat, mereka tidak akan memberi manfaat apa pun selain yang telah ditakdirkan Allah untukmu dan seandainya bila mereka bersatu untuk membahayakanmu, mereka tidak akan membahayakanmu sama sekali kecuali yang telah ditakdirkan Allah padamu, pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering. (maksudnya takdir telah ditetapkan).”

b.      Tauhid Uluhiyah
Tauhid Uluhiyah artinya mengesakan Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang wajib disembah dan tidak ada tuhan lain selain Dia. Pengakuan dan keyakinan bahwa Allah swt adalah satu-satunya Dzat yang berhak disembah yang direalisasikan dalam bentuk ibadah.
حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا رَوْحُ بْنُ الْقَاسِمِ عَنْ الْعَلَاءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَعْقُوبَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنْ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلًا أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ
Artinya:
“Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami Rauh bin Al Qasim dari Al Ala` bin Abdurrahman bin Ya’qub dari ayahnya dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman: ‘Aku adalah sekutu yang paling tidak memerlukan sekutu, barangsiapa melakukan suatu amalan dengan menyekutukanKu dengan selainKu, Aku meninggalkannya dan sekutunya.”

c.       Tauhid Ubudiyah
Suatu keyakinan bahwa Allah swt, merupakan Yuhan yang patut disembah, ditaati, dipuja dan diagungkan. menghambakan diri dengan keikhlasan tanpa disertai penyimpangan dan penyesatan. Sehingga beliau juga menyebutkan mengenai perincian dari hakikat tauhid bahwa, “ tidaklah disebut bertauhid hingga mengakui bahwa tiada tuhan selain allah. Dan juga mengakui bahwa dialah ilah yang sesungguhnya bagi hamba. Lalu menyerukan peribadatan hanya kepada allah tanpa disertai penyelewengan.
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُقَاتِلٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنَا زَكَرِيَّاءُ بْنُ إِسْحَاقَ عَنْ يَحْيَى بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ صَيْفِيٍّ عَنْ أَبِي مَعْبَدٍ مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِمُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ حِينَ بَعَثَهُ إِلَى الْيَمَنِ إِنَّكَ سَتَأْتِي قَوْمًا أَهْلَ كِتَابٍ فَإِذَا جِئْتَهُمْ فَادْعُهُمْ إِلَى أَنْ يَشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لَكَ بِذَلِكَ فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتٍ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لَكَ بِذَلِكَ فَأَخْبِرْهُمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةً تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَائِهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَائِهِمْ فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لَكَ بِذَلِكَ فَإِيَّاكَ وَكَرَائِمَ أَمْوَالِهِمْ وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ
Artinya:
“Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Muqatil telah mengabarkan kepada kami ‘Abdullah telah mengabarkan kepada kami Zakariya’ bin Ishaq dari Yahya bin ‘Abdullah bin Shayfiy dari Abu Ma’bad sahayanya Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma berkata; Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam berkata, kepada Mu’adz bin Jabal Radhiyalahu’anhu ketika Beliau mengutusnya ke negeri Yaman: “Sesungguhnya kamu akan mendatangi kaum Ahlul Kitab, jika kamu sudah mendatangi mereka maka ajaklah mereka untuk bersaksi tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Jika mereka telah mentaati kamu tentang hal itu, maka beritahukanlah mereka bahwa Allah mewajibkan bagi mereka shalat lima waktu pada setiap hari dan malamnya. Jika mereka telah mena’ati kamu tentang hal itu maka beritahukanlah mereka bahwa Allah mewajibkan bagi mereka zakat yang diambil dari kalangan orang mampu dari mereka dan dibagikan kepada kalangan yang faqir dari mereka. Jika mereka mena’ati kamu dalam hal itu maka janganlah kamu mengambil harta-harta terhormat mereka dan takutlah terhadap do’anya orang yang terzholimi karena antara dia dan Allah tidak ada hijab (pembatas yang menghalangi) nya”.
 
Setelah kita mengenal Alloh harapannya kita bisa sadar diri siapa diri kita sebenarnya. Dan hal tersebut akan membawa kesadaran penuh kita untuk benar-benar menghamba. Bukan menginginkan apapun tapi memang sudah kewajiban kita sebagai hamba. Demikian rangkuman penjelasan singkatnya dan saya berlindung pada-Nya dari ketergelinciran iman dan ketergelinciran kata-kata.Janganlah berpuas dengan sedikitnya ilmu pelajarilah kitab-kitab tauhid.
Dalam rukun islam Syahadat merupakan rukun pertama. Lalu apa sebenarnya makna syahadat. In sya Alloh akan kita bahas pada pertemuan selanjutnya.

SEHATI "SEHATKAN IBU DAN BUAH HATI INDONESIA"


Ibu dan buah hati merupakan sebuah unsur penting dalam membangun negri. Dengan ibu yang sehat maka kita turut mengambil peran dari perkembangan generasi penerus negri. Ibu yang sehat dan tahu kesehatan tentu akan memiliki andil yang besar dalam menciptakan keluarga yang sehat. Kesehatan anak-anak dan penyiapan kualitas kesehatan anak-anak bisa kita lihat dari gizinya sewaktu balita. Gizi pada masa-masa ini sangat berpengaruh pada tumbuh kembang balita baik itu secara fisik maupun intelegence. 

Beberapa bulan lalu tepatnya bulan Juli 2014, saya tertarik bergabung dengan sebuah program  yang bernama SEHATI. Program ini merupakan program kesehatan dari tim Pendayagunaan Masyarakat dari lembaga kemanusiaan PKPU Semarang yang didanai penuh oleh PT Phapros. 

Program Sehati ini meliputi Inisiasi pengadaan posyandu pemulihan untuk balita gizi kurang dan buruk, Kemudian supporting posyandu rutin, Kelas Ibu Hamil, Kunjungan rumah untuk balita peserta posyandu pemulihan dan juga bank sampah.

Program-program yang memang lebih mengarah pada kesehatan ibu dan anak saja, dan sedikit merambah pada kesehatan lingkungan. Akan tetapi, program ini bisa menjadi salah satu sarana yang lengkap dalam pencerdasan dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Meskipun begitu tentu banyak tantangan yang senantiasa menyapa sehingga belum bisa sempurna sesuai target.Sedikit demi sedikit menampakkan hasil yang signifikan.




Begitulah, sedikit yang bisa dilakukan, tapi berharap dengan inilah kami dapat berbuat untuk masyarakat dan turut serta membangun negri ini. Salam SEHAT!!! SALAM MANFAAT !!!


Senin, 10 Februari 2014

Mimpi tentang Ibu

Malam berganti pagi, siang memudar hadirkan keindahan senja. Ramai nian di sebuah gubuk itu. rumah tua berlantai dua. Akan ada pesta rupanya di tempat itu. Pesta apa, ah fikirku mulai menyelidik. Ayah , kaka , adik berdandan cantik. ada apakah gerangan?
Gelisah aku mencari ibu, aku baru saja terbangun dari tidurku, ada apakah ini, aku ingin bertanya pada ibu. sesekali kucubit diriku, apakah aku bermimpi, oh rasa sakitnya nyata sepertinya. apa sebenarnya ini? kenapa semua sibuk, bahkan saat ku coba bertanya seolah tak ada yang menggubrisnya.
 (to be continue)

Cinta Gadis Lugu

ia hanya gadis lugu...
ia berangkat pagi-pagi ke sekolahnya..
ia hany gadis yang lugu..
ia bermain dengan sedikit temannya..

suatu waktu, gadis lugu itu mengenal apa itu cinta
dia senang sekali bermain bersama
dia senang sekali menyapa
dia juga senang sekali memarahi

dia mencintainya dengan lugu
tak pernah terlontar dalam kata
tapi semua sikapnya sungguh sangat mudah terlihat

setiap pagi gadis itu menyapanya
setipa hari gadis itu menangis untuknya
setiap hari dia mendengar segala isi hatinya..
setiap hari pula hatinya berdoa untuknya...

bukan pengakuan darinya yang ia tunggu
bukan balasan akan cintanya yang ia nanti..
toh dia tak pernah mengerti..
apa sesungguhnya yang ia harap
ia hanya ingin mencinta dengan sederhana

gadis lugu itu belajar terluka darinya
merasakan rasa hati yang tersayat sembilu...
menangisi kebodohannya
akan cintanya yang begitu lugu...

ia tersandung di persimpangan jalan
akankah ia bertahan mencinta tanpa harus tahu hasilnya
ataukah dia pergi mengubur rindu yang tak pernah terobati
bersembunyi dalam padatnya hari-hari

ia gadis bodoh, setengah perjalanan ia lalui
dia kembali tak kuasa mengungkung diri dalam rindu...
saat sakit kembali menyapanya
ia putuskan berlari lagi
dan tak lama ia tak kuaasa menahan kerinduan dan kembali lagi..
terus dan terus saja begitu
 tanpa kekasih hatinya tahu tentangnya..
tentang sakit yang ia rasa
tentang rindu yang bergemuruh
tentang cinta yang tak terkatakan

entahlah..
apalah akhir dari gadis lugu dan bodoh itu...
apalah kekasih hatinya akan tahu semuanya...
dan ataukah itu hanya akan menjadi kenangan pilu...

tak terlalu penting semua itu,
arena bukankah dia hanya seorang gadis lugu...

Senin, 25 November 2013

indahnya ukhuwah


Bayangan keindahan ukhuwah bani anshor dan muhajirin kini mulai membayang. Ataupun segala statement tentang keindahan ukhuwah itu mulai terngiang satu-satu. Menambah sempitnya ruang bernafas, mengecilnya hati yah karena kecewa. Sering sekali kita kecewa dengan yang namanya ukhuwah. Karena begitu banyak harapan kita terhadap ukhuwah dan ekspektasi berlebihan yang tercipta karena doktrin2 tentang keindahan ukhuwah.
Sehingga saat kondisi di lapangan tidak seperti yang diharapkan rasa kecewa pun muncul mengusik ketenangan hati. Jadilah ukhuwah disalahkan, perasaan kecewa yang mendominasi yang mungkin menggiring seseorang untuk insilah. Na’udzubillah.
Kenapa bisa begitu, lalu apakah benar salah ukhuwah??? Tentu tidak. Ukhuwah merupakan buah iman, saat ukhuwah tak seindah yang kita bayangkan sebenarnya itu sindiran atas lemahnya iman kita. Bisa juga ini adalah ujian yang harus dilalui, ujian tentang aqidah, dimana kita mengembalikan semua tempat bergantung kita hanya pada Alloh saja. Manusia yang kita anggap sahabat yang mungkin juga kita harapkan dapat menawarkan ukhuwah terkadang mengacuhkan kita. Yah benar saja, karena mungkin juga sedang melemah, dan satu yang perlu digaris bawahi masing-masing juga memiliki kepentingan untuk dirinya sendiri. Mungkin saja mereka juga berharap pada kita seperti kita berharap pada mereka. Mungkin saja mereka telah lebih banyak kita kecewakan. Atau yang lain.
Evaluasi diri merupakan jalan yang penting saat muncul kecewa pada ukhuwah. Sehingga kita bisa lebih bijak dan lebih tenang dalam menghadapinya.
Semoga Alloh merahmati dan memudahkan langkah-langkah kita menuju pada-Nya. J




Ujian atau Teguran

Ujian demi ujian melanda, silih ganti bak air yang mengalir di sungai... terus dan akan terus terjadi. Bahkan katanya ujian tidak akan pernah berhenti selama nyawa dan jasad masih sepaket.  Kalo sudah berpisah gak bakal ada yang namanya ujian. Yang ada pertanggungjawaban. 

begitu lah ketentuan-Nya tidak pernah ada yang bisa mengubahnya. yang menarik adalah beberapa saat yang lalu mendapat nasehat dari bunda. tentang ujian... oh bukan beliau bilang teguran. Saat aku merasa ujian begitu berad berulang dan selalu begitu dan semakin marah dengan keadaan. Tapi beliau bilang, benar itu ujian apa teguran atau justru musibah??? memang sudah setinggi apa keimananku, sudah sejauh mana rasa cintaku pada-Nya. sudahkah seperti para Nabi yang berhak mendapat ujian? duh tertampar sekali kata itu, jelas saja menyuruh air mata yang ku bendung langsung membobol bendungan... mulai membasahi pipiku . 

Yah, ujian terlalu indah untukku, yang tak seberapa amalku?
Yah, ujian terlalu anggun untukku, yang mungkin begitu pongah atas nikmat-Nya?
tak pantas, dan tak akan pernah pantas bahkan untuk menyebut semua yang Alloh takdirkan padaku sebagai ujian... yang mungkin itu ternyata jauh lebih banyak berisi tentang teguran.

Teguran tanda cinta tentunya yang kurasa...
saat aku mulai jauh dan  merasa tak perlu siapa pun lagi, 
persitiwa yang dihadirkan adalah bahwa aku adalah orang yang lemah tak bisa mengerjakan sedikitpun. meski semua plan telah sempurna di rekayasa

yah, semoga diri ini masih dianggap pantas untuk kata teguran... 

Allohu a'lam bish-showab 

Sabtu, 14 September 2013

Manusia Sistem

"manusia sistem" mungkin itu apa yang ada difikiranku sekarang. Manusia yang selalu tersistem bagai mesin ataupun alat yang sudah memliki standart operasional prosedur. seperti hewan yang senada semua tingkahnya. Apa bagusnya menjadi manusia sistem..., ribet tak bebas semua serba aturan dan aturan... bukankah sangat indah yang dinamakan kebebasan itu... bergerak semauku, sesukaku dan bebas... 

pingin tertawa dengan fikiranku tadi, jika dibilang itu fikiran bodoh rasanya tak hanya aku yang memikirkannya... beberapa tokoh dunia juga berfikir seperti itu...
sampai aku tersadar saat mempelajari ilmu anatomi fisiologi tubuh kita, ternyata semua tersistem dengan rapi, berjalan dengan teratur... jika ada satu yang tak sesuai sistem maka itu akan menimbulkan masalah bagi tubuh atau yang kita kenal dengan "sakit". Apa begitu juga yah dengan hidupku, jika tak kujalani dengan teratur sesuai aturan2 yang telah Alloh dan Rosulnya tetapkan maka akupun akan menimbulkan kerusakan.. 

Tapi berarti kebebasanku direnggut dong? ndak free tak sesuai dengan gembar-gembor tentang Freedom dan lain2 dong? 

saat pertanyaan itu menggelayuti hatiku, Al-Qur'an menjawabnya, sesungguhnya Alloh menciptakan kita diberikan kebebasan, mengikuti jalan kebenaran (sesuai aturan) atau tak mengikutinya (bebas tanpa aturan)... itu kebebasan yang sudah diberi yah meski masing2 pilihan kita akan diberi konsekuensi... ih gak seru banget sih... 
nyadar woy siapa kita, betapa bodoh dan dzolimnya kita...
semoga Alloh menggampuni kita dan memberi kita kemudahan untuk selalu mengarahkan akal kita untuk semakin menambah keimanan kepadanya ... 

Amiin