Rabu, 01 Februari 2017

Penantian

yah, bukankah sejatinya hidup kita ini adalah untuk menanti Pencipta memanggil kita untuk kembali dan bertanya tentang apakah kita sudah melakukan tugas kita dengan baik?
Lalu mengapa kau membenci menanti... memang menanti tidak selamanya menyenangkan, apalagi itu berasal dari hati yang iri dan kurang bersyukur. 
Lalu kenapa kau memilih untuk menanti, jika kau tak memiliki kesabaran? bukankah janjiNya telah pasti, lalu apa yang membuat risau hati? 
jangan-jangan karena kau menanti dengan hanya berdiam diri? Atau justru kau menanti dengan setengah hati? 
Menanti datangnya jodoh, ku akui memang bukan hal yang mudah, apalagi saat usia mulai kian bertambah bilangannya. atau saat di beranda sosial media kawanmu atau bahkan adik tingkatmu mengupload kebahagiaan dengan pasangannya atau betapa menggemaskannya putra-putri mereka. Tentu menata hati untuk turut merasa bahagia atas kebahagiaan yg lain bahkan mendo'akan kebaikan untuk mereka bukan perkara mudah. 
Tapi, bukankah yg tak mudah itu justru yang paling besar keberkahannya... 
Dan menjaga niatan agar penantian tak menjadi caci makian bahkan mengotori hati tentu berbalaskan pahala yang melimpah bukan?
Untukmu yang masih menanti, mari layakkan diri bukan sekedar untuk bertemu sang pujaan hati, tapi untuk bertemu dengan-Nya sang Pencipta diri. 
dan untukmu yang kunanti...
semoga Allah menjagamu sampai kelak kita dipertemukan nanti... 
_sya nur_ ditengah rintik hujan di malam hari

Rabu, 09 November 2016

Pantas dicintai

Setiap yg Allah ciptakan adalah tidak sia-sia begitupun kamu. Dan Allah menciptakan kita dengan penuh cinta dan dihadirkan dari dua insan yang saling mencintai. Jadi jangan ragu, bahwa kau pasti pasta untuk dicintai...

Kamis, 20 Oktober 2016

Mengolah sampah kresek menjadi kerajinan 'Bunga'

Masa kini, sampah menjadi "momok" dalam dunia kesehatan lingkungan. Kekumuhan, banjir, dan beberapa penyakit seperti kolera dan diare adalah yang kerap dikeluhkan karena masalah sampah, utamanya sampah an-organik dan yang paling sering adalah sampah plastik kresek. segala hal sekarang seakan membutuhkan plastik kresek untuk membungkus, menenteng, dan lain-lain. Jika dijumlah mungkin volume kresek yang ada sangat banyak. baik yang digunakan maupun yang dibuang sembarangan. Adapun sampai sekarang pabrik plastik masih terus saja memproduksi kresek tiap harinya. Berbagai macam cara telah dilakukan, baik memberikan harga yang cukup tinggi untuk penggunaan kresek, daur ulang dan banyak lainnya. Tapi kali ini saya akan memperkenalkan cara yang menurut saya cukup menarik untuk menyelesaikan masalah sampah ini. Yakni, membuat bunga dari sampah kresek. 

Ini waktu saya mengambil pesanan tas dan bunga di Bank Sampah Sumber Rejeki Gedanganak Kab Semarang. Cantik-cantik sampai bingung mau pilih yang mana, sekali milih, eh yang lain malah keliatan lebih indah lagi. Mudah ternyata cara bikinnya... bisa bikin di rumah lho... 
siapin bahan-bahan : 
1. sampah plastik kresek kering
2. kertas minyak untuk jahit
3. kardus bekas untuk alas
4. setrika 
5. bahan-bahan pemanis bunga

Cara membuat :
1. tata tempat untuk menyetrika, kardus, plastik yang akan disetrika dipotong bagian bawah dan atas bisa beberapa kresek digabung sesuai ketebalan yang diinginkan, kertas miyak
2. setrika dengan gaya maju mundur, (searah) dengan kondisi sudah panas ya...
3. setelah kresek sudah menjadi lembaran, buat pola untuk bunga. 
4. gunting sesuai dengan pola , lalu tata menjadi bunga yang indah, jika perlu tambahkan pernak-perniknya. untuk pot bisa dibuat dari sampah koran/ kertas yang lain. 

Demikian... selamat mencoba... kumpulkan sampah kresek di rumah, lalu sulap menjadi bunga indah yang menghiasi meja kita

Sabtu, 01 Oktober 2016

Teruntukmu.... "Ayah"

aku tak tahu apakah kau akan membaca ini, dan lebih banyak kemungkinan tidaknya karena bagimu blog adalah hal yang terlalu asing di usia senjamu.
Ayah kaulah laki-laki pertama yang kucintai, dan begitu seterusnya aku akan terus mencinta sepanjang hayatku...
Ayah, aku tahu tak banyak bisa memahami kasih sayangmu...
saat kau marah padaku saat aku pulang tak tepat waktu, ya besarnya kemarahanmu menandakan betapa besar kekhawatiranmu bukan???
maaf saat itu aku tak memahamimu, yang justru malah membuatku takut dan enggan dekat denganmu...
Ayah, aku yakin kau lebih memahamiku daripada diriku sendiri...
karenanya, jangan kecewa saat aku tak sering menanyakan kabarmu.
karena aku merasa bersalah tak sanggup berada di sampingmu menemani di usia senjamu
dan itu membuatku selalu menangis saat mendengar suaramu
Ayah, kini putrimu telah dewasa, iya anak ayah sekarang sudah besar...
yang kini mencoba memahamimu...
meski, kau memilih teman hidup baru sebagai pengganti ibu...
Kita sepakat bersama bahwa ibu, tidak pernah terganti bukan???
aku berusaha memahamimu, karena ini adalah sesuatu yang tak bisa aku bantah
tapi betapa teririsnya putrimu ini, saat kau hanya minum segelas teh yang kau buat sendiri untuk sarapanmu...
aku tak sanggup ayah....
Membayangkan dulu betapa ibu selalu menyiapkan sarapan lengkap tak lupa teh kesukaanmu bahkan saat ayah baru bangun....
aku tahu mencari istri seperti Ibu bukanlah hal yang mudah... itulah yang membuatku selalu ingin berlari pulang untuk disisimu...
tapi ayah, ada satu hal yang masih belum mampu kuatasi...
aku selalu sakit saat aku pulang, kehadiran wanita itu mengingatkanku kalau ibu telah pergi meninggalkanku...
aku tak mampu bersamanya, yang menemanimu... karena perutku tak sanggup memakan masakannya... kau tahu setiap kali pulang aku selalu harus mengatasi sakit yang tak terperi di ulu hati karena ia sengaja memasak makanan yang tak boleh aku makan...
itu yang membuatku ragu untuk berlari mendekat padamu ayah....
Ayah bagaimana caraku bisa berbakti padamu... aku belum mampu mengatasi rasaku dan kekhawatiranku...
Ayah, jujur ini tak mudah bagiku....
aku tahu waktuku tak banyak lagi tersisa, dan aku tak mau menyesal karena tak mengurusmu dengan baik.... doakan aku bisa lebih kuat dan bisa segera berlari padamu....
aku tahu segala kegelisahanmu adalah tentang anak-anakmu yah,
tapi ayah juga harus tahu anak-anak juga gelisah karenamu
Maaf jika kami harus berbeda dari anak tetangga yang lain...
yang bisa bangga karena mengenalkan terlebih dahulu calon pendampingnya dalam jangka yang lama sebelum pernikahan sehingga tak menyusahkan orang tuanya karena memberi kesempattan bersiap lebih lama...
Maaf jika kami memilih untuk belajar dulu, sehingga kami memerlukan waktu yang lama untuk bisa berbakti seperti anak tetangga....
tapi ayah, kami melakukannya karena kami ingin ,menjadi salah satu sebab engkau bisa memasuki jannah-Nya. karena kami tahu apa yang kami lakukan menjadi salah satu tanggung jawabmu kepadaNya...

Ayah terimakasih dan maaf
Tunggu aku, untuk bisa lebih berbakti kepadamu...
Semarang, 1 Muharam 1438 H

Minggu, 25 September 2016

Best Muslimah (part 2)

ya, dia yang sekarang sedang berjuang menumbuhkan cinta dihatinya...
ya, dia yang sekarang sedang merangkak untuk menjadi seperti apa yang dimau penciptanya...

dia yang dihatinya selalu berdekatan dengan Al-Qur'an
dia yang merelakan keindahannya tersembunyi dalam balutan kain kehormatan
dia yang bahagia saat rukuk dan sujudnya di waktu-waktu yang ditentukan
dia yang bertekad menjaga kesucian dari hal-hal yang sia-sia
dia yang teramat benci saat tak mampu memberi manfaat untuk sekelilingnya

dia seorang hamba yang ingin mencinta-Nya bahkan bila surga dan neraka itu tiada
dia seorang putri yang berbakti pada kedua orang tuanya
dia seorang saudara yang ringan membantu saudaranyya
dia seorang teman yang menawarkan ketulusan dalam persahabatan
dia seorang manusia yang meyakini berbagi adalah bagian dari perintah-Nya
dia seorang (calon) istri yang taat, sholih dan mensholihkan keluarganya
dia seorang (calon) ibu yang bertekad membimbing anaknya pada jalan menuju jannah-Nya
ya, dia hanya seorang wanita, yang bidadari akan cemburu kepadanya
dan dia adalah.....
Kamu... iya kamu yang selalu ingin berproses menjadi muslimah terbaik ...
"Be the best Muslimah...."

Berhentilah sebelum kau terbuai

Kau tahu tentang gadis bermata sendu itu ....

Kulihat ia bukan seorang pemurung, kau tahu senyumnya begitu manis.



Dia sedang bersikap keras terhadap hatinya sendiri...

Hai apa salahnya jika dia jatuh? Toh dia tak sedikitpun menginginkannya dan menyampaikan kepada yang lain.




Sabtu, 24 September 2016

Berburu Timbangan Portable di Semarang

Hari ini, sabtu 24 September 2016 aku ada agenda untuk membeli timbangan portable untuk tools Bank sampah unit di tempatku mengabdi. Awalnya aku ragu apa bisa menemukannya karena hanya berbekal nama daerah yang ada toko timbangan dari atasanku. Daerah plampitan, pecinan begitu kata beliau dekat toko jangkrik (toko kain) Kranggan.  Bermodal itu dan sedikit tahu arah jalan menuju pasar Johar (dulu pernah nyasar disitu ;-p) akhirnya nekad berangkat sendirian. Tentu tak lupa mengaktifkan GPS. dan benar ternyata aku berulang kali harus berputar-putar mengelilingi tempat yang sama apalagi aku masih bingung harus bertanya pada siapa. setelah kelelahan mencari dan memusatkan kembali GPS di indom***t, aku melanjutkan perjalanan alias mengulanmg lagi ke daerah atau tempat aku berputar-putar lagi, pelan-pelan sambil tengok kanan kiri mencari tulisan "jual timbangan". Sampai kuputuskan nekad bertanya pada toko besi dan listrik apakah mereka jual timbangan. Dari beliaulah meski tidak mendapat timbangan karena stok habis, aku menemukan toko timbangan di dekat sana. Memang benar-benar isinya timbangan semua, kata ibunya malah kalau mau timbangan truk ibunya juga punya. Tapi aku hanya butuh 4 buah timbangan gantung portable, jadi diberilah aku pilihan mau gantungan plastik atau besi, kalau plastik harganya 110.000 sedang untuk yang besi seharga 200.000-an. Dan mengingat budget yang ada aku pun memilih yang plastik saja. Ternyata aku mendapat tawaran lain lagi, jika aku beli 6 buah maka harga per timbangan hanya Rp 80.000,00 saja. Jadi ya aku terima sih, hanya satu yang aku tidak suka adalah ditawarkan mau ditulis murni sesuai harga yang aku bayar atau ditulis sesuai harga yang sebenarnya pada nota, jadi aku bisa mengambil keuntungan tersebut untuk diri sendiri.  Aaah mungkin ini yang namanya ujian, godaan yang lumayan kalau misal aku memang niat mencari keuntungan sebagai pedagang. Dan begitulah perjalanan hari ini, ada beberapa hal yang harus dipelajari ya cantik :
1. Meski ada GPS ternyata bertanya pada orang disekitar lebih membantu, juga menambah kenalan. asal dilakukan dengan sopan dan baik. jika berkendara, maka bertanyalah saat kita sudah turun dari kendaraan dan mesin dimatikan terlebih dahulu (jika sendirian).
2. Tak perduli seberapa kuatnya godaan untuk menyimpang, tapi jika dihati masih ada rasa takut pada Allah, maka turutilah hatimu jangan nafsumu.
3. Carilah timbangan sesuai dengan kebutuhan, jangan cepat mengambil keputusan saat diberikan tawaran, tapi hitunglah dulu dengan cermat. 
4. Dengan pergi sendiri dan tidak menggantungkan pada orang lain, kita bisa mendapat banyak pelajaran berharga, meski ditemani akan jauuh lebih mengasyikkan. :-) . Tapi sendiri pun tidak kalah serunya... ya tergantung rezekinya saja bagaimana.. (apa sih...haha )

Sekian tulisan hari ini, bagi yang nanti kapan-kapan butuh aneka timbangan bisa mencari di toko timbangan dii daerah plampitan, kalau dari pasar johar berarti lewat jalan belakang pasar, ada 2 toko di kanan dan kiri sepanjang jalan sebelum pertigaan ke arah Toko Jangkrik Kranggan. Semoga tidak nyasar sepertiku ^_^